Rencana Strategis Direktorat Pembinaan PAUD

https://tkpaud.guruindonesia.id
Rencana Strategis Direktorat Pembinaan PAUD
tkpaud.guruindonesia.id - Rencana Strategis Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia merupakan pengejawantahan dari Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang diturunkan dari Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan anak usia dini. Sesuai Pasal 265 Permendikbud No. 11 Tahun 2015, tugas Direktorat Pembinaan PAUD adalah melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pendidikan anak usia dini. Pasal 266, Direktorat Pembinaan

Pendidikan Anak Usia Dini menyelenggarakan fungsi a.l.: (1) penyiapan perumusan kebijakan di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan anak usia dini; (2) koordinasi dan pelaksanaan kebijakan di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan anak usia dini; (3) peningkatan kualitas pendidikan karakter peserta didik pendidikan anak usia dini; (4) fasilitasi sarana dan prasarana serta pendanaan pendidikan anak usia dini; (5) pertimbangan pemberian izin penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang diselenggarakan perwakilan negara asing dan satuan pendidikan anak usia dini kerja sama yang diselenggarakan oleh lembaga asing dengan lembaga pendidikan Indonesia, serta kerja sama di bidang pendidikan anak usia dini; (6) fasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan anak usia dini; (7) penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan anak usia dini; (8) pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pendidikan anak usia dini; (9) pelaksanaan evaluasi dan laporan di bidang pendidikan anak usia dini. Dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat Pembinaan PAUD memiliki struk tur organisasi seperti yang tertuang dalam Pasal 267 Permendikbud No. 11 Tahun 2015, Direktorat Pembinaan PAUD terdiri atas: (1) Subdirektorat Program dan Evaluasi; (2) Subdirektorat Kurikulum; (3) Subdirektorat Sarana dan Prasarana; (4) Subdirektorat Kelembagaan dan Kemitraan; dan (5) Subbagian Tata Usaha.

Tugas dan fungsi Direktorat Pembinaan PAUD menjadi sangat strategis dalam penyiapan manusia unggul sejak dini mengingat usia dini merupakan masa kritis sekaligus masa emas. Pada usia ini otak anak sedang mengalami perkembangan yang luar biasa pesatnya, yang akan ikut menentukan bagi keberhasilan anak di masa dewasanya. Berdasarkan berbagai hasil penelitian/studi, baik di negara lain maupun di Indonesia,manfaat mengikuti pendidikan anak usia dini telah nyata terbukti.

Hasil- hasil penelitian/studi tentang pendidikan anak usia dini di berbagai negara telah membuktikan a.l.: (1) bahwa intervensi dan perkembangan yang positif selama masa kanak-kanak awal terbukti berkorelasi positif dengan prestasi sekolah yang lebih baik, produktivitas dalam belajar, ketangguhan dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat (National Scientific Council on the Developing Child – NSCDC, 2007); (2) kelompok anak yang mendapatkan layanan pendidikan anak usia dini memiliki kemampuan pra-akademik lebih baik (Mc.Key, et. Al,1985, Powel, 1986, dan Huston,et.al,1987); (3) manfaat mengikuti pendidikan anak usia dini meningkatkan secara tajam IQ dan skor akademik meskipun pada keluarga kurang mampu (Berrueta Clement, et.al, 1985, dan Concortium for Longitudinal Studies, 1983); (4) kemampuan menyelesaikan tugas dan kerjasama dalam kelompok pada anak yang mengikuti pendidikan anak usia dini memperoleh hasil yang lebih baik (Bronson,et.al, 1985); (5) anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini jarang masuk kelas remedial, lebih tekun di kelas, paling sedikit yang mengulang kelas, kematangan sosial-emosinya lebih baik, motivasi akademik lebih tinggi, lebih percaya diri, lebih meluangkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, lebih banyak lulus SMA (Concortium for Longitudinal Studies,1983; Stalling & Stipek,1986); (6) stimulasi dini di rumah maupun di program pra sekolah berkorelasi dengan kelancaran membaca dan kemampuan matematika pada status sosial ekonomi dan ras yang variatif (Cooley, 2002); (7) bahwa pembiayaan yang dikeluarkan untuk pendidikan anak usia dini merupakan investasi SDM yang paling menguntungkan karena memberikan keuntungan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan investasi pendidikan pada tahapan usia berikutnya (Heckman,2010).

Hasil-hasil penelitian/studi tentang pendidikan anak usia dini di Indonesia pun juga makin memperkuat hasil-hasil penelitian di atas, diantaranya adalah: (1) UNESCO (2005) ber-dasarkan kajian terhadap pendidikan anak usia dini di Indonesia menyampaikan a.l. bahwa pendidikan anak usia dini berkontribusi terhadap meningkatnya efi siensi pendidikan, yaitu menurunkan angka mengulang kelas dan meningkatkan kemampuan anak untuk menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi; (2) Dwi Hastuti/IPB (2010) melaporkan bahwa penyelenggaraan dan fasilitasi anak usia dini secara holistik berdampak pada tumbuh-kembang, baik fisik-motorik, kognitif, bahasa maupun perkembangan sosialnya menjadi utuh dan lebih baik, sehingga dapat lebih mempersiapkan anak mengikuti pendidikan lebih lanjut; (3) berdasarkan hasil penelitian tentang kesiapan sekolah terhadap anak-anak yang mengikuti dan tidak mengikuti program pendidikan anak usia dini yang dilakukan Unicef bersama Universitas Atmajaya Jakarta pada tahun 2010 diperoleh hasil a.l. bahwa program pendidikan anak usia dini secara signifikan membantu anak untuk mengembangkan kompetensi psikososial dan kognitif yang penting bagi kesiapan sekolah (Unicef, 2011); (4) Bank Dunia (2013) berdasarkan hasil studi dampak PAUD di Indonesia menyimpulkan bahwa kemampuan di bidang bahasa Indonesia, matematika dan perkembangan kognitif anak-anak yang berasal dari PAUD lebih baik daripada anak-anak yang tidak berasal dari PAUD , dan hal ini konsisiten sejak anak berusia 6 hingga 9 tahun.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT PEMBINAAN PAUD Silahkan download buku panduannya di bawah ini.👇👇

Belum ada Komentar untuk "Rencana Strategis Direktorat Pembinaan PAUD"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel