Cara Melatih Anak Makan Sendiri agar Mandiri Sejak Dini

 https://tkpaud.guruindonesia.id
Cara Melatih Anak Makan Sendiri agar Mandiri Sejak Dini
tkpaud.guruindonesia.id - "Alifa baru satu tahun sudah terampil pegang sendok ya, Mba? Dulu anakku udah masuk TK aja masih susah makan sendiri. Aku itu dulu paling males kalau anak makan sendiri pasti berantakan, jadi selalu aku suapin." Kata - kata demikian pernah saya dengar dari seorang ibu rumah tangga yang anaknya sekarang memang sudah remaja.

Ibu tadi pernah punya pengalaman dengan anaknya yang tak pandai makan sendiri terlebih menggunakan sendok saat sudah memasuki Taman Kanak - kanak. Jika demikian, anak kita kah yang tak pandai? Aktivitas makan merupakan aktivitas dasar yang harus dikuasai setiap anak. Sama seperti aktivitas mandi, makan pun anak harus bisa melakukannya sendiri dengan baik. Karena kelak mereka akan melakukan kedua aktivitas itu secara mandiri. Tidak melulu dibantu oleh ayah atau ibunya.

Jika orangtua tak melatihnya sedini mungkin, lalu siapa yang akan mengajari anak untuk bisa mandiri dalam hal makan? Melatih anak untuk bisa makan sendiri dengan baik dan benar, tanpa berceceran kemana - mana memang perlu proses. Orang tua harus konsisten untuk melatih anak salam hal makan. Bisa diawali dengan makan menggunakan tangan.

Seorang anak sejatinya belum memahami mana tangan kanan dan tangan kiri. Tentunya mereka pun belum memahami jika makan menggunakan tangan kanan lebih sopan daripada menggunakan tangan kiri. Tugas pertama orang tua adalah mengajarkan anak untuk terbiasa makan menggunakan tangan kanannya.

Kegiatan makan menggunakan tangan bisa dimulai saat anak sudah bisa memegang sebuah biskuit. Beri anak biskuit di tangan kanannya. Biarkan anak kita menghabiskan biskuit itu sendiri. Setelah usia sekitar 11 bulan, anak tentu sudah bisa duduk dengan baik. Kegiatan makan pun sudah bisa kita ajari dengan menggunakan sendok. Saat usia ini, saya sudah mulai membiasakan anak saya makan menggunakan sendok. Saya membiarkan anak saya duduk dengan semangkuk bubur. Saya berikan sendok plastik di tangan kanannya. Mula - mula saya ajari cara menyendok makanan. Lalu membiarkan bubur yang ada di sendok itu ia makan sendiri. Memang awalnya, banyak bubur yang berceceran daripada yang dimakan oleh anak saya. Namun inilah proses. Semakin saya membiasakan anak saya duduk manis dan menghabiskan bubur dengan caranya sendiri, genap usia satu tahun ia sudah lihai makan menggunakan sendok. Rapi dan tidak ada makanan yang berantakan di lantai.

Ayah dan bunda melatih anak untuk mandi maupun makan sendiri memanglah bukan hal yang instan. Perlu melakukan berulang - ulang dengan seni melatih yang bervariasi. Mungkin ada yang merasa mudah melakukannya. Namun juga ada pula yang butuh perjuangan dalam melatih anak makan sendiri karena tipe anak yang aktif dan cenderung tidak mudah untuk diajak duduk manis.

Semua itu butuh sebuah kesabaran dan ketelatenan dari orang tua. Hal yang perlu dilakukan oleh ayah dan bunda di rumah saat hendak melatih anak makan sendiri misalnya sebagai berikut.

Pertama, pilihlah alat makan yang ringan dipakai anak. Kita bisa menggunakan alat makan berbahan plastik dengan keterangan BPA Free yang aman bagi anak. Jangan langsung melatih anak dengan piring kaca dan sendok besi dengan tujuan keamanan.

Kedua, coba ajak anak makan bersama. Ini saya sering lakukan hampir setiap makan siang. Saat saya sedang melatih anak untuk makan sendiri, saya sering makan siang berdua bersama anak saya. Tujuannya agar saya juga bisa ikut makan dan anak pun lebih tertarik saat makan bersama dengan saya. Terkadang saya makan sepiring berdua dengan anak. Terkadang pula saya memberikan anak saya makanam dengan alat makannya sendiri.

Ketiga, beri anak-anak kebebasan untuk mengambil dan memilih makanan mereka sendiri. Saya juga selalu menerapkan ini pada anak saya. Biasanya, sebelum makan dimulai, saya mengambil anak saya dan menyuruhnya mengambil lauk di meja sesuai keinginannya. Saya mengatakan kepadanya, "Makanan pendamping sudah selesai karena Anda sendiri yang memilihnya." Meskipun dia tidak mengerti kata-kata saya, saya yakin dia akan mengerti secara bertahap.

Mengajar anak-anak untuk mandi atau makan sendiri tidak hanya berarti membentuk kemandirian mereka. Tetapi secara tidak langsung, ketika anak berlatih, ia juga belajar beberapa hal di bawah ini. Belajar Mengenali Anggota Ketika Anda berlatih makan sendirian, anak Anda sebenarnya belajar mengenali anggota tubuh yang menjadi anggotanya dan tugas mereka.

Ketika kami berkata, "Makanlah dengan tangan kananmu, Nak!" kemudian anak belajar memahami tangan kanan dan tangan kiri mana. Begitu juga dengan anggota lainnya. Belajar sopan santun Suatu ketika, ketika anak saya dan saya makan bersama di atas tikar. Kemudian anak saya mendorong mangkuk makanannya menggunakan kakinya. Saya juga mendesaknya, "Kaki untuk berjalan dan berlari, Alifa, jika Anda ingin memindahkan mangkuk, Anda akan menggunakan tangan Anda."

Nah, dari kejadian ini, saya secara tidak langsung menanamkan sikap sopan pada anak saya. Lebih baik menyingkirkan benda dengan tangan daripada menggunakan kaki. Pengalaman lain yang saya miliki di awal makan, anak saya sepertinya lebih suka makan dengan tangan kirinya. Lalu aku mengambil makanan di tangan kirinya, lalu aku memindahkannya ke tangan kanannya dan berkata, "Lebih sopan jika Alifa makan menggunakan tangan kanannya." Saya selalu mengingatkan anak saya tentang hal itu. Karena anak sangat membutuhkan sesuatu yang sering diulang. Latih keterampilan motorik anak, cara memegang sendok, ambil makanan dengan sendok, atau masukkan makanan ke mulut dengan sendok tanpa jatuh.

Tiga contoh kegiatan ini adalah pengembangan motorik anak-anak yang perlu dibentuk sejak dini. Dengan melatih anak-anak makan sendirian, orang tua juga secara tidak langsung mendorong mereka untuk mengoordinasikan kegiatan mereka antara keterampilan motorik halus dan keterampilan motorik kasar. Mempraktikkan konsentrasi dan kesabaran anak-anak Berbeda dari anak-anak yang terbiasa diberi makan oleh ibu mereka. Terutama jika Anda makan anak menonton TV atau bermain.

Konsentrasi mereka akan dibagi antara makan dan bermain. Sementara ketika anak dilatih makan sendiri, ia juga fokus. Tidak hanya konsentrasi disempurnakan, tetapi kesabaran anak semakin terbentuk. Ayah dan ibu melatih anak-anak untuk dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri, ini tidak dapat dilakukan secara instan. Anak-anak membutuhkan alarm yang sering dapat mengingatkan mereka untuk menjadi anak yang mandiri.

Belum ada Komentar untuk "Cara Melatih Anak Makan Sendiri agar Mandiri Sejak Dini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel